Sabtu, 19 Januari 2019

MY BUCKET LIST IN 2019 | ALIA SULISTYANTI


Assalamu’alaikum semuanyaaa. Selamat datang kembali teman-teman ku, selamat datang 2019! Selamat datang hari – hari baru yang indah!


Setiap pergantian tahun, aku suka banget nih ngelist apa aja yang sudah aku achieve dan apa yang belum aku achieve di tahun sebelumnya. Selanjutnya merangkai dan menentukan hal – hal apa saja yang ingin dilakukan di tahun selanjutnya. Jadi, menulis resolusi tuh penting buat aku, jadi lebih tertriger untuk melakukan progres setiap hari, gak masalah progresnya  kecil atau besar, banyak atau sedikit, yang penting ada progres.
Beruntung nih, collab dengan Bandung Hijab Blogger kali ini adalah tentang resolusi di 2019. Apa aja keinginan – keinginan yang ingin dicapai di 2019? Banyaaak hihi. Tapi Cuma mau cerita satu ini.


Menjadi personal yang B A H A G I A dan S E I M B A N G
Kenapa? Memang belum bahagia?
Sebenarnya bahagia itu bagaimana kita menyikapi satu hal yang kita hadapi, ya kan? Orang yang serba kekuranganpun, kalau memang mereka berlapang dada dengan keadaannya yang seperti itu, mereka akan bahagia – bahagia aja hidupnya. 2018 kemarin banyak hal yang aku kerjakan, tapi lupa membahagiakan diri sendiri. Semua deadline aku kejar, semua kegiatan aku iyakan, semua pertemuan aku hadir, bahkan ketika itu bentrok, aku tetap berusaha hadir dikeduanya. Aku suka berinteraksi dengan orang, setidaknya banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari pengalaman – pengalaman yang mereka ceritakan,
Aku senang melakukan banyak hal dan banyak kegiatan, karena ilmu ku nambahnya langsung banyak. Tapi, aku lupa dengan rutinitas olahraga aku, setiap weekend jarang pulang ke rumah di Purwakarta (dulu ku stay di bandung dan ngekos), gak bisa leha – leha sejenak atau menikmati makanan yang aku suka.
Belakangan jadi merasa malah gak bahagia, padahal semua kegiatan dan kesibukan itu aku yang jadwalkan, aku yang atur. Kok tapi aku sering mengeluh lelah? Ini beneran aku bahagia?
Singkat cerita, aku bertemu dengan salah satu teman yang jam kerjanya jauh lebih padat dari aku, kemudian sharing tentang kenapa dia sibuk tapi masih adem ayem aja hidupnya dan gak pernah keliatan mengeluh. Dan ternyata kuncinya adalah seimbang dan keluarga.
Menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan. Terkadang kita kepingin banget punya ini, punya itu, dan bisa ini, bisa itu. Keinginan yang kuat membuat kita jadi semangat untuk mendapatkan hal tersebut, bahkan waktu 24 jam habis dipakai hanya untuk memenuhi keinginan kita tuh jadi gak masalah.
Dan ini yang terjadi di aku. Banyak hal yang ingin aku achieve, tapi tidak berimbang. Jarang pulang ke rumah untuk bertemu dengan keluarga ternyata sangat berpengaruh, dan ini jadi kebutuhan utama buat aku. Bertemu keluarga, aku jadi lebih tenang menghadapi deadline dan jadi lebih bahagia. Selain itu, meluangkan untuk berolahraga juga penting untuk kebutuhan badan biar tetap fresh, kebutuhan badan aku untuk makan sehat. Pokoknya banyak kebutuhan aku dan badan yang aku tinggalkan.
Jadi di 2019 ini, aku ingin bisa memahami apa saja kebutuhan dan keinginan diri sendiri biar tetap seimbang dan tetap bahagia. Kalau kamu, apa resolusimu tahun ini?

Love,
Ale.

19 komentar:

  1. Wah semoga tahun ini menjadi lebih bahagia ya...Bs menyeimbangkan keinginan2 kita...dgn kekuatan diri kita..

    BalasHapus
  2. Sama resolusi aku tahun ini juga gimana caranya bikin hatiku makin happy biar ga gampang julid sama bikin orang lain bahagia terus

    BalasHapus
  3. Kebersamaan dengan keluarga nyatanya mampu menjadi booster produkttivitas dan kebahagiaan ya, Teh? Pastinya, karena harta yang paling berharga adalah keluarga #eeeeh

    BalasHapus
  4. Menjadi pribadi yang Bahagia dan seimbang. Sesimpel itu yah harapan seseorang. Semoga tetep enjoy dengan segala sesuatunya dan jangan lupa olahraga

    BalasHapus
  5. Noted! Hidup seimbang dan keluarga merupakan kunci dari keberhasilan hidup. Semoga resolusinya tercapai ya eh.

    BalasHapus
  6. Menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan emang seringkali sulit ya. Alhamdulliah sekarang udah mulai begitu dan ini jadi remider lagi buat tetap konsisten hehe btw, semoga semua wishlistnya tercapai ya :)

    BalasHapus
  7. Menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan seringkali sulit ya teh. Alhamdulillah aku sekarang udah mulai bisa dan ini jadi self reminder aku buat tetap konsisten hehe btw, semoga semua wishlistnya tercapai ya :)

    BalasHapus
  8. benar mbak, keseimbangan hidup akan mendatangkan kebahagian. semangat selalu ya mbak :)

    BalasHapus
  9. memang sulit utk menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan.. aku pun masih belajar, belajar utk hawa nafsu dn emosi utk membeli ssuatu. semangat terus teh buat kita !

    BalasHapus
  10. Memang menyeimbangkan keinginan dan kebutuhn butuh proses panjang. harus nahan hawa nafsu dan ke egoisan. aku pu. masih belajar.. semangat terus buat kita teh

    BalasHapus
  11. Memang menyeimbangkan keinginan dan kebutuhn butuh proses panjang. harus nahan hawa nafsu dan ke egoisan. aku pu. masih belajar.. semangat terus buat kita teh

    BalasHapus
  12. Semoga tercapai ya teh jadi bahagia dan seimbang nya hihihi

    BalasHapus
  13. Le bener banget...Keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan itu penting banget. Kebersamaan ma keluarga bisa jadi energi buat kita.

    BalasHapus
  14. Bener banget teh. Harus lebih jeli untuk lihat mana kebutuhan dan keinginan, biar gak jadi beban ya..

    BalasHapus
  15. wuah teh Lae, suka banget sama semua paparannya ini. Dan jadi feedback juga buat aku untuk selalu mengunjungi keluarga ya, tapi beenran berkah nya tuh disitu lho kalo kita terus ber-birul walidain dengan kedua orang tua kita :)

    BalasHapus
  16. Aku setuju kalau bahagia harus seimbang

    BalasHapus
  17. Jangan lupa bahagia.. karena bahagia kita yang ciptakan.. betul betul betul

    BalasHapus
  18. bahagia dan seimbang...mmm kata katanya sangat menginspirasi say.... semoga aku jg bisa...BTW semoga semua resolusinya tercapai ya al..aamiin

    BalasHapus