Minggu, 10 November 2019

REVIEW - SAFI AGE DEFY SERIES


Hi! Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Selamat datang kembali! Beberapa waktu lalu, 26 Oktober 2019, aku berkesempatakn hadir di acara gathering safiindonesia x bandung hijab blogger. Lokasi acaranya di Rumah Makeuppucino, Bandung. Disana, Safi Indonesia memperkenalkan produk baru dari rangkaian Age Defy Series. Produk barunya ini diantaranya adalah, Youth Elixir Serum, Makeup Remover, dan Skin Booster.

Foto Bersama Peserta Gathering dengan Hanum Mega
Dari aku yang suka ga kobe :''

Pada gathering kali ini juga ada talkshow dengan dokter aesthetic, perwakilan safi dan beauty influenecer Hanum Mega. Di Talkshow ini membahas tentang berbagai permasalahan kulit, salah satunya penuaan kulit. Ternyata dengan keadaan cuaca yang seperti sekarang dan pola makan yang kurang sehat bikin kita lebih cepat mengalami penuaan dini. Tanda-tanda penuaan dini ini adalah ketika munculnya flek-flek hitam, melasma atau hyperpigmentasi pada kulit wajah.

Proses Pembuatan Gold Essence (Dari Safi Oleh Aku Untuk Aku) hihi

Nah, produk perawatan wajah dari Safi Age Defy Series ini dapat menjadi alternatif perawatan untuk membantu kita menghindari penuaan dini pada kulit tadi.  Produk Safi Age Defy mengandung 2 material yang disinyalir ampuh mengatasi tanda-tanda penuaan kulit, yaitu beetox technology dan gold extract. Beetox ini Bee Venom (racun lebah) yang dipercaya dapat mengenyalkan dan mengencangkan kulit dikombinasikan dengan propolis yang dalam menutrisi kulit agar tetap kenyal dan lembab. Sedangkan gold extract digadung-gadungkan dapat memelihara kkeremajaan dan kecantikan kulit. Kalau gold extract ini mungkin sudah tidak asing lagi ya sering dipakai sebagai salah satu bahan skin care  yang membantu mempertahankan keremajaan kulit.

1.Youth Elixir
Produk ini masuknya jenis serum, jadi dipakai biasanya paling awal setelah cuci muka. Produk ini diklaim dapat membantu menutrisi kulit agar tetap kenyal, membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan dan mengurangi hiperpigmentasi pada kulit wajah.

Harga di bandrol sekitar Rp. 160.000,00

Packagingnya mirip dengan serum-serum pada umumnya, pada tubenya terpasang pipet untuk mengambil produk.

Teksturnya cair dan agak greasy (mungkin karena banyak mengandung oil), tetapi ringan saat diaplikasikan wajah.

Penggunaannya, dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan karena saat dibiarkan (didiamkan), produknya jd terpisah antara kandungan minyak dengan cairan lainnya.

Hasilnya dikulitku dan mama?
Jujur, yang paling terasa di wajah aku sendiri, wajah benar jadi lebih kenyal dan elastis, kalau dicubit jadi lebih enyoy. Kalau untuk penyamarataan kulit wajah, masih belum terlihat diaku karena baru seminggu pemakaian juga sih Produk ini juga dicobakan ke kulit mamaku yang jauh lebih sudah tidak kenyal. Hasilnya juga sama, kulit wajah mama terasa jadi lebih kenyal dan cerah sedikit, terutama didekat area mata.

2. All Makeup Remover
Ini merupakan pembersih wajah yang mengandung Gold Extract, Olive Oil, dan Honey Extract. Aku lebih penasaran ke produk ini karena akhirnya menemukan pembersih wajah yang mengandung oil dan liquid lain disatu botol. Jadi lebih praktis penggunaannya.

Harganya dimarket sekitar Rp. 100.000,00

Packagingnya dibagian tutupnya ada pumper jadi saat pengambilan produk lebih mudah ditakar dan ada lock pumpernya. Lebih aman untuk dimasukan ke tas (tidak mudah keluar produknya)

Teksturnya cair dan lebih kental dibandingkan dengan serumnya tadi, warnanya bening dan ada wewangian seperti wangi manis madu.

Penggunaannya, aku pakai 1-2 pump dan diratakan ke seluruh wajah, kemudian diusap menggunakan waslap basah atau kapas yang basah.

Hasilnya dikulitku?
Selama ini, kerja kan naik motor sekitar 20 km sekali jalan, kebayang kan debu-debu, asap knalpot yang menempel diwajah seeeebanyak apa. Setiap pulang kerja, biasanya langsung bersihin wajah menggunakan micellar water. Nah, Micellar water ini terkadang bikin kulit kering dan ketika di apply malah terasa menarik kulit wajah. Beberapa kali menggunakan micellar water yang beda-beda tapi efeknya sama-sama mengeringkan. Nah, makeup remover safi age defy ini mengandung minyak, jadi ketika di apply diwajah, malah ga bikin ketarik sama sekali.

Mengangkat kotoran sehabis motor-motoran juga beneran totalitas, keangkat semua! Jadi merasa bersih setelah menggunakan makeup remover ini. Juara deh, Sejauh ini mungkin akan repurchase lagi makeup removernya.

3. Skin Booster
Produk ini juga difungsikan untuk menjaga kelembapan kulit wajah dan melindungi kulit dari paparan radikal bebas. Klaimnya difungsikan sebagai refresher. Jadi biasanya dipakai setelah selesai ber makeup (last touch sebagai setting spray) atau saat diperlukan seperti selepas jam makan siang/seharian beraktifitas.

Harganya sekitar Rp. 110.000,00

Packagingnya, dari design dan warnanya lux banget karena ada warna warna gold, jadi terlihat mewah sekali. Spraynya juga bagus, butiran-butiran yang dihasilkan lebih kecil jadi lebih cepat meresap ke kulit.

Teksturnya jauh lebih cair dari youth elixir dan all makeup remover tadi.

Hasilnya dikulitku?
Ini jadi sering aku bawa di tas kerja, jadi setelah makan siang dan sholat, kadang kulit keringku mulai rewel. Tinggal semprot-semprot ini ke wajah, Wajah jadi lebih segar.

Ini akan masuk ke rangkaian skincare aku sih terutama karena membantu melembabkan wajahku yang cenderung kering, hehe. Segitu dulu ya review dariku. Gimana? Tertarik pakai Safi Age Defy Series juga? Cobain kuy.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Aliasulis


Minggu, 28 Juli 2019

HAKUNA MATATA | ALIA SULISTYANTI



Belum lama ini, akhirnya film The Lion King remake nya Disney. Sekarang tampilannya sudah 3D, jadi terasa lebih real. Pengisi suaranya juga keren-keren, salah satunya Beyonce Knowles yang ngisi suaranya Nala dewasa. Jujur, aku belum nonton sih film ini haha. Tapi film yang jaman dulunya sudah. Ya semenjak tinggal di Purwakarta juga kan sarana prasarana hiburan tuh terbatas banget, jadi agak susah nyempetin nonton di bioskop. 

Banyak banget yang sudah meringkas beberapa intisari dan pelajaran yang bisa diambil dari film ini, tentang parenting, sahabat, dan perjuangan. Nah, versi aku, ada dua hal yang ga aku lupain dari film SImba ini.

Pertama, karena ini ceritanya tentang singa. Dari dulu suka banget sama singa, secara simbol, singa tuh ngegambarin makhluk yang kuat, powerfull, berjiwa pemimpin, selain itu, punya sifat penyayang
sama kawanannya. Dan aku salah satu tipe singa berdasarkan jam tidur dan penyakit insomnianya. Ini ada dibuku karangannya michael breus. 

Kedua, “Hakuna Matata”, kalimat yang paling diingat. Banyak orang-orang yang hafal juga sama frasa ini, mungkin yang ga nonton lion king juga tetep ngerti. Kata Wikipedia, "Hakuna Matata" adalah sebuah perkataan dalam bahasa Swahili yang biasanya diterjemahkan menjadi "jangan khawatir". 

Yaa bener juga sih, kadang belum belum kejadian, aku udah takut duluan. Selalu ada pemikiran, nanti gimana? kalau nanti A gimana? kalau nanti B gmn? Pokoknya sering parno duluan, termasuk saat memutuskan untuk resign dari kerjaanku di Bandung. Buat aku keputusan kayak gini bikin galau 7 keliling. Gimana engga? Meninggalkan Bandung dan segala isinya yang indah-indah, siapa yang mau? lama merantau ke Bandung buat aku nyaman dan malah mulai betah sama Bandung. 

Tapi kalau terus berada dalam satu titik nyaman tersebut. Mungkin aku gak berkembang. Aku melakukan hal rutin yang itu-itu aja. Aku gatau ada apa diluar sana? aku gatau lagi ada kemampuan apa yang belum aku temukan. Intinya scoop ku tidak bisa hanya sebatas di Bandung. 

Lagi-lagi, Bandung terlalu indah untuk ditinggalkan, benar? Cuacanya, udaranya, ramah tamah orangnya, makanannya, the temptation would never end. Yep. It felt so good to stay in Bandung in long term. Pokoknya semua kenikmatan dan kenyamanan Bandung aku tinggalin. Ada alasan kuat yang buat aku harus kembali ke Purwakarta. Jaraknya hanya kurleb 80km dari Bandung. Tapi jadi terasa saaaangat jauh karena kerjaku sekarang sampai sabtu, hampir ga ada waktu untuk sesekali main ke Bandung.

Awal pindah kesini, sedihnya kerasa banget. yaa cried a lot, i cried slirHari pertama, seminggu, sebulan, masih sedih ingin kembali ke Bandung dan mempertanyakan kembali apakah keputusan aku meninggalkan Bandung adalah sesuatu yang benar? Sempat ada niatan untuk kembali ke Bandung, apapun caranya. Tapi disatu titik, aku kembali bertanya sama diri sendiri. Apakah aku tidak bisa bahagia kalau aku berada pada tempat yang tidak nyaman? Apa aku gak bisa bertahan pada situasi yang tidak nyaman?

Hakuna Matata,

Keluar dari kenyamanan, mungkin tidak berarti baik, tapi pasti ada sedikit kebaikan yang bisa dipelajari. Apapun itu. Jadi, jangan khawatir, kamu bisa melewatinya. Hakuna Matata. 


xoxo,
aliasulis. J

Kamis, 13 Juni 2019

HIJAB DESIGN BATIK 7 RUPA PEKALONGAN - SUROYA.CO | ALIA SULISTYANTI


Design hijab square ini terinspirasi dari motif batik 7 rupa dari Pekalongan.

Batik 7 rupa sendiri biasanya menggambarkan nuansa alam, umumnya menampilkan bentuk motif bergambar hewan atau tumbuhan (sumber : www.tagar.id).
Pada motif hijab ini, dibuat ilustrasi bunga dan daun dipadu padankan dengan mozaik digital untuk memberikan kesan era modern.

Design hijab ini untuk Brand Suroya.co


Salam,
Alia

Selasa, 14 Mei 2019

MERDEKA FINANSIAL | ALIA SULISTYANTI


Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.
Halo teman blog ku. Kali ini tertantang lagi nih sama Bandung Hijab Blogger, untuk bahas tentang Finansial.


Cerita sedikit, awal pertama kerja setelah lulus kuliah itu di penghujung tahun 2016. Berhubung aku kerja beda kota dengan Ibu, aku diharuskan untuk ngekost lagi. Bulan pertama kerja kan tidak langsung digaji ya, tapi aku butuh makan, bayar uang kost, kehidupan, dan lainnya. Alhasil pinjam uang Ibu lagi sekitar 2 juta. Dari situ sempat ada pemikiran, kenapa dari dulu pas kuliah aku gak nabung yah, jadi setidaknya ada fase dimana aku harus kost lagi, aku bisa pakai uangku sendiri.

Singkat cerita, tahun pertama kerja, Ibu mempertanyakan jumlah tabunganku yang terkumpul selama setahun bekerja, dan ternyata tidak banyak. Dan Ibu ‘sentil’ aku, bilang, “kalau setahun Cuma bisa nabung 500.000, nanti kamu nikah pakai uang yang mana, dek?.” Rasanya pengen bilang, “What the hell, you’re fucking right....”, saat itu. Panik loh jadinya, karena aku bertanggung jawab atas masa depan aku. Mau nikah muda tapi tabungan belum ada... gimana??

Dari situ mulai deh browsing-browsing tentang finansial, karena aku mesti punya pegangan uang semisal aku tidak bekerja lagi ditempat orang atau jadi pengangguran atau terkena musibah. Satu artikel yang membuat aku semakin penasaran ingin tahu tentang finansial ini adalah ketika selesai baca artikel di blognya Malo (Mama Alodita).



Aku belajar bahwa aku belum merdeka secara finansial. Merdeka finansial maksudnya fase dimana gak perlu takut akan kehabisan uang atau jatuh miskin dan gak perlu melulu memikirkan uang.

Takaran Merdeka Finansial itu seberapa besar?
Jadi, ada yang disebut dengan Dana Darurat. Ini adalah uang kita yang tidak boleh di’colek’ siapapun termasuk diri sendiri. Fungsinya atau akan dipakai ketika, parahnya kita mengalami musibah besar, bisa jadi ada bencana alam, di PHK, dsb.

Nah, bisa dikatakan merdeka berarti ketika kita sudah memenuhi dana darurat kita, jadi gak perlu lagi deh memikirkan uang untuk masa depan dan fokus sama mimpi kita.

Dana darurat setiap orang itu beda tergantung statusnya :
1.     Single (belum menikah), Nilai dana darurat = 3x biaya hidup/ bulan
2.     Married (tapi belum punya anak), Nilai dana darurat = 6x biaya hidup/ bulan
3.     Married and have kids, Nilai dana darurat = 12x biaya hidup/ bulan

Karena ku single... Beban yang harus ditabung lebih sedikit dibanding married dan married and have kids.

Lalu, Bagaimana cara mengatur keuangan yang betul (menurut aku sih hehe)?
Dari artikel yang ditulis Malo, ada 7 pos penting dalam mengatur keuangan pribadi, yaitu :

1.     Zakat/amal 2,5% dari total pendapatan, menurutku ini penting, kadang kita lupa untuk melakukannya. Kadang ada perasaan kurang ikhlas gitu gak sih? “uang aku tinggal sedikit lagi, kalau aku sisihkan untuk amal, nanti aku gak bisa beli makan atau barang yang aku mau”.. Tapiiii, percayalah, the more we give, the more we get. Keajaiban bersedekah itu luarbiasa loh, Masya Allah, kamu harus coba sendiri.
2.     Hutang & Kewajiban, sebenarnya perbulan itu kita diizinkan mengeluarkan hutang maksimum sampai 35%. Aku pribadi membatasi pengeluaran aku perbulan untuk hutang itu tidak lebih dari 20%. Jadi kalau misal aku sudah menghutang untuk bayar cicilan handphone sekitar 20% dari pendapatan, aku menahan diri untuk tidak menyicil atau menghutang apapun lagi, baik ke orang terdekat atau ke bank sampai cicilan hp ku lunas.
3.     Dana Darurat, pengeluaran pribadi yang harus disiapkan untuk 6 bulan. Loh? Kan Ale single.. Iya sih, tapi punya dana darurat lebih banyak jadi lebih tenang, meskipun menabungnya harus lebih mati-matian. Mengumpulkannya juga tergantung kondisi kamu, misalnya kondisi sekarang ternyata cicilan aku mencapai 30%, aku mempos kan tabungan dana daruratnya hanya sebesar 10%. Ketika cicilanku mulai berkurang, persentase Dana Daruratnya dinaikan.  Yah step by step saja, kalau langsung banyak takutnya jadi stress sendiri.
4.     Dana Proteksi, aku anggap ini sama saja dengan dana darurat dulu hehe biar gak pusing sendiri membaginya. Jadi bagian ini aku lewati.
5.     Dana Investasi dan Menabung, setelah mengalami kejadian bulan pertamaku kerja masih harus meminjam uang ke Ibu, aku buat mind set bahwa nabung itu penting banget. Aku plotkan untuk disisihkan sebanyak 20%. WAJIB.
Bedanya apa sama Dana Darurat? Kalau Dana Darurat kan lebih untuk disimpan dan dikeluarkan hanya ketika ada urgensi banget. Kalau menabung lebih untuk membeli sesuatu yang jadi tujuan aku. Misalnya, mau beli hp baru, travelling, menikah, jadi ujungnya uang tabungan ini akan dipakai.
Investasi juga penting, sekarang sudah banyak cara untuk berinvestasi, ada saham, dana reksa, deposito, beli emas. Buat aku Investasi adalah dengan membeli barang yang membantu aku dalam mendapatkan uang. Misal, beli laptop, karena ini akan menjadi alat bantu aku dalam mendesign dan menulis, maka laptop dianggap sebagai investasiku.
6.     Biaya Hidup, nah, yang ini betul-betul dipikirkan mana saja pengeluaran yang memang wajib, misalnya seperti, bayar air, listrik, internet, makan, BPJS, asuransi, jangan sampai ada yang terlewat yaa.
7.     Gaya Hidup, poin ini sulit sih. Gaya hidup lebih sering jadi bumerang. Tahun pertama kerja tabunganku masih secimit mungkin karena aku terlalu mengikuti kemauan/ gaya hidup aku. Mungkin karena dulu cobain tempat-tempat nongkrong baru, ngehits, ngopi di cafe mahal, jajan jajanan yang lagi in, padahal kalau dijumlah-jumlah, misal setiap weekend beli kopi di coffeeshop sekitar 50.000/gelas, belum beli makanannya, habis itu nonton, ya kalau dijumlah...

pengeluaran weekend = pengeluaran weekdays.
pengeluaran perminggu = nya jadi 2x lipat :’.

Bisa jadi, ini adalah alasan uangku hilang tidak berwujud (mengeluarkan uang yang bukan untuk membeli barang, tidak ada wujud nyatanya).

Atau beli makeup semaunya. Misalnya brand favorit kita mengeluarkan blush on, padahal kita masih punya stock blush on di rumah.

Mungkin akan jadi berbeda ceritanya jika kamu memang berprofesi sebagai makeup artist atau beauty influencer atau beauty blogger yah. Makeup yang kamu punya atau yang dibeli kan untuk direview dan memang untuk “memancing” income. Jadi ilustrasinya makeup yang dibeli itu sebagai “modal” atau investasi, bukan gaya hidup. Intinya tetap mengikuti kondisi dan posisi kita.

Perlu sharing mengenai tips and trick mengumpulkan uang juga gak yah? Hehe


Love,
Ale.

Minggu, 28 April 2019

BHB MILAD1 | ALIA SULISTYANTI




Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.
Singkat cerita, awal pertemuan aku dengan founder adalah ketika aku bisa hadir di satu event di Bandung, kenalan dengan Rara dan Shinta, kalau kata ika natassa, pada pertemuan pertama, 3 menit pertama inilah yang menentukan apakah aku akan menjalin hubungan baik dengan mereka kedepannya atau tidak.

Awkward, iya. Malu, juga iya.
Tp tangan kalian selalu hangat menyambut aku yang kosong.

Selanjutnya dan selanjutnya dan berakhir diberi kepercayaan pegang jobdesc yang aku sendiri enggak percaya diri aku mampu atau tidak...

Alhamdulillah, pikiran positif kalian ke aku membantu aku untuk mengemban tanggung jawab sebagai designer bhb. Kaget, oh iya, bukan main...  background aku sekolah gak ada tentang design, hanya suka menggambar. Dan paham betul bahwa bekerja sebagai designer hanya akan menjadi harapan...

Disini. Bukan harapan........  Arigatou gozaimashita, Bandung Hijab Blogger

Dipertemukan dengan teh Revi, Ghina dan Ica (soon kita ketemu beneraan haha) semakin membuka luas pandangan aku terhadap blog dan kehidupan sosial. Semoga bisa ketemu juga dengan teh Puspa dan teh Leti. Bersyukur karena aku selalu dikenalkan dengan orang-orang baik dan positif. Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Terima kasih sudah mempercayai aku, terima kasih sudah merangkul aku, selamat ulang tahun bhb.

With Extraterraordinary Love,
Ale

Rabu, 24 April 2019

BACK TO WRITE | ALIA SULISTYANTI

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.
Halo teman blog ku. It's been awhile... He he..

cari wangsit buat nulis dulu yah (?)

Memang kemalasan selalu menjadi alasan terbesar untuk melakukan sesuatu. Kemalasan menjadi penghambat terbesar untuk melakukan hal yang ingin dijadikan rutinitas, salah satunya keinginan aku untuk menulis. Wekekeke.

Karena yang aku yakini, sesibuk apapun kamu, kalau sudah suka sama satu hal, pasti akan tetap dilakukan. Seperti mencintai seseorang, mau selelah apapun aktivitasmu hari itu, paling gak ada usaha untuk kasih kabar ke dia, kan?

Menulis memang meredakan stress dan penat dari segala aktivitas yang terjadi dihidupku. Namun, gabung bersama satu komunitas blog malah buat aku makin stress karena content blog orang lain terlalu bagus dan jauh lebih "berisi", sedang blog aku "kosong" dan gak ketemu niche nya, mungkin belum. Mungkin juga karena orang lain menjadikan blog sebagai salah satu pencaharian, sedangkan aku engga. Aku kek sampah gini. Malu sih, yang lain berlomba untuk menulis menjadi lebih baik.. Aku stuck dan gamau maju, kek motor mogok kehabisan bensin.

Tapi, dari semua rasa malu dan malas terhadap menulis, masih ada setitik niat untuk menulis kembali.

Gini kali ya rasanya jadi penulis, ada mood naik turun yang gak bisa dihindari. Mau lagi gak mood nulis atau engga, tetep harus nulis. Salutlah! Ku juga kalau gitu, harus semangat menulis!

Postingan selanjutnya... bahas apa yah? Ada saran gak, teman-teman?

Love,
Ale.

Sabtu, 19 Januari 2019

MY BUCKET LIST IN 2019 | ALIA SULISTYANTI


Assalamu’alaikum semuanyaaa. Selamat datang kembali teman-teman ku, selamat datang 2019! Selamat datang hari – hari baru yang indah!


Setiap pergantian tahun, aku suka banget nih ngelist apa aja yang sudah aku achieve dan apa yang belum aku achieve di tahun sebelumnya. Selanjutnya merangkai dan menentukan hal – hal apa saja yang ingin dilakukan di tahun selanjutnya. Jadi, menulis resolusi tuh penting buat aku, jadi lebih tertriger untuk melakukan progres setiap hari, gak masalah progresnya  kecil atau besar, banyak atau sedikit, yang penting ada progres.
Beruntung nih, collab dengan Bandung Hijab Blogger kali ini adalah tentang resolusi di 2019. Apa aja keinginan – keinginan yang ingin dicapai di 2019? Banyaaak hihi. Tapi Cuma mau cerita satu ini.


Menjadi personal yang B A H A G I A dan S E I M B A N G
Kenapa? Memang belum bahagia?
Sebenarnya bahagia itu bagaimana kita menyikapi satu hal yang kita hadapi, ya kan? Orang yang serba kekuranganpun, kalau memang mereka berlapang dada dengan keadaannya yang seperti itu, mereka akan bahagia – bahagia aja hidupnya. 2018 kemarin banyak hal yang aku kerjakan, tapi lupa membahagiakan diri sendiri. Semua deadline aku kejar, semua kegiatan aku iyakan, semua pertemuan aku hadir, bahkan ketika itu bentrok, aku tetap berusaha hadir dikeduanya. Aku suka berinteraksi dengan orang, setidaknya banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari pengalaman – pengalaman yang mereka ceritakan,
Aku senang melakukan banyak hal dan banyak kegiatan, karena ilmu ku nambahnya langsung banyak. Tapi, aku lupa dengan rutinitas olahraga aku, setiap weekend jarang pulang ke rumah di Purwakarta (dulu ku stay di bandung dan ngekos), gak bisa leha – leha sejenak atau menikmati makanan yang aku suka.
Belakangan jadi merasa malah gak bahagia, padahal semua kegiatan dan kesibukan itu aku yang jadwalkan, aku yang atur. Kok tapi aku sering mengeluh lelah? Ini beneran aku bahagia?
Singkat cerita, aku bertemu dengan salah satu teman yang jam kerjanya jauh lebih padat dari aku, kemudian sharing tentang kenapa dia sibuk tapi masih adem ayem aja hidupnya dan gak pernah keliatan mengeluh. Dan ternyata kuncinya adalah seimbang dan keluarga.
Menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan. Terkadang kita kepingin banget punya ini, punya itu, dan bisa ini, bisa itu. Keinginan yang kuat membuat kita jadi semangat untuk mendapatkan hal tersebut, bahkan waktu 24 jam habis dipakai hanya untuk memenuhi keinginan kita tuh jadi gak masalah.
Dan ini yang terjadi di aku. Banyak hal yang ingin aku achieve, tapi tidak berimbang. Jarang pulang ke rumah untuk bertemu dengan keluarga ternyata sangat berpengaruh, dan ini jadi kebutuhan utama buat aku. Bertemu keluarga, aku jadi lebih tenang menghadapi deadline dan jadi lebih bahagia. Selain itu, meluangkan untuk berolahraga juga penting untuk kebutuhan badan biar tetap fresh, kebutuhan badan aku untuk makan sehat. Pokoknya banyak kebutuhan aku dan badan yang aku tinggalkan.
Jadi di 2019 ini, aku ingin bisa memahami apa saja kebutuhan dan keinginan diri sendiri biar tetap seimbang dan tetap bahagia. Kalau kamu, apa resolusimu tahun ini?

Love,
Ale.