Minggu, 21 Oktober 2018

DOES CHOCOLATE MAKE YOU HAPPY? | ALIA SULISTYANTI

(sumber : freepik)


Tanggal 10 Oktober yang lalu ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia. Sepertinya krisis psikis manusia sekarang ini sudah menjadi concern dunia. Banyak case bullying dan bodyshaming terjadi diberbagai belahan dunia dan ini sampai menyebabkan si korban melakukan percobaan bunuh diri. It’s lil bit scary, but sometimes we can’t deny all critcsm from everyone around us.
Secara alamiah dan batiniah, jika ada seseorang yang berbeda cara berfikir, berpakaian, atau cara makannya dari kita, pasti kita akan berkomentar/ berpendapat.
Aku tidak menyalahkan orang yang diberi pendapat dan orang yang memberikan pendapat. Semua orang berhak memberikan pendapat, cuma kadang pendapat yang disampaikan tidak pada cara yang benar dan sopan, sehingga gak jarang ini berdampak pada kesehatan mental orang yang diberi kritikan.
Kalau ada temanmu yang sedang mengalami ini, penting banget untuk nemenin mereka. Bantu mereka untuk tetap berfikir positif dan jauh dari hal-hal yang negatif. Hal yang bisa kita lakukan? Kecil sih, tapi mungkin berdampak besar bagi mereka yaitu dengan mengajak temanmu makan cokelat.


Kenapa cokelat?
Iya Cokelat. Tahu gak kalau Cokelat itu ternyata punya banyak senyawa kimia yang mampu menaikan mood happy kita. Andalan senyawa pada cokelat itu diantaranya teobromin, anandamida, triptofan, feniletilamin (PEA), dan gula. 
Teobromin mampu mempercepat detak jantung. Kalau misalnya habis lari, rasa “degdeg”an di dada suka jadi lebih cepet kan, atau habis naik halilintar di Dufan. Nah “degdeg”an lebih cepet ini juga bisa dipicu sama senyawa teobromin. Teobromin menstimulus hormon adrenalin kita, sehingga saat melakukan sesuatu kita menjadi jadi lebih berenergi dan bersemangat.
Anandamida juga mengaktivasi reseptor yang dapat memicu memproduksi hormon dopamine, hormon dopamine ini dikenal dapat memicu perasaan menjadi lebih baik (feeling of intense well being).
Triptofan juga memicu menaikan hormon serotonin. Serotonin? Serotonin dikenal sebagai natural mood stabilizer. Penstabil mood ini mampu meredakan rasa depresi, rasa cemas, menyembuhkan luka (hati mungkin), dan lainnya. Ketika hormon serotonin tercukupi, perasaan akan menjadi lebih senang, tenang, lebih fokus, dan emosi jadi lebih stabil.
Hormon serotonin ini banyak ditemukan di area sistem pencernaan, jadi cara mengaktifkan serotonin ini dirangsang sama makanan. Salah satunya makanan yang mengandung triptofan tadi. (sumber1). Jadi ketika ada teman atau kita sendiri sedang dilanda sedih dan berduka, coba ajak makan cokelat. Hihi. 
Feniletilamin (PEA) dikenal dengan “the love drug” ini merupakan senyawa/ komponen yang berfungsi sebagai antidepresan. PEA ini memproduksi hormon dopamin. Hormon dopamin dalam jumlah besar menciptakan perasaan senang dan bahagia. Ketika sedang jatuh cinta, hormon dopamin inilah yang bekerja paling banyak pada otak. Hormon dopamin berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira dan percaya diri. (sumber2; sumber3).
Tapi cokelat kan kalau dimakan banyak-banyak gak sehat yah?
Yang gak sehat itu kadar gula pada cokelat. Saranku konsumsi cokelat tetap pada porsinya. Jangan terlalu over. Terlalu banyak gula pada tubuh juga gak baik. Atau alternatif lain mengganti cokelat-cokelat manis dengan dark chocolate (sekitar 70-90% cocoa mass). Kadar gula pada dark chocolate lebih sedikit.


Perlu diIngat lagi yaa teman-teman, makan cokelat sebenarnya adalah salah satu dari banyak tips yang bisa digunakan untuk meminimalisir rasa sedih dan kegalauan hati kita. Lebih manjur lagi kalau ditambah dengan bercerita keluh kesah dan berdo’a sama Allah SWT. Hehe.
Semoga bermanfaat yaa.

Love,
Ale



Tidak ada komentar:

Posting Komentar