Rabu, 15 Maret 2017

STARTING TO BE HEALTHY

Merubah kebiasaan itu sulit. Benar gak sih? Saya biasa banget ya mencari bakwan/ tempe mendoan atau pisang goreng ditukang gorengan sepulang kerja. Saya juga biasa beli keripik-keripik di warung depan kost.

Really? Haha, padahal sepaginya sudah niat akan DIET. Tapi kebiasaan mencari gorengan dan keripik itu jauh dari kata diet. Masi setengah-setengah niatnya ya saya. Diet untuk menjadi lebih sehat itu banyak sekali tantangannya ya, terutama pada hawa nafsu diri sendiri...
Bagi saya diet itu ya habbit, jadi butuh proses yang panjang dan memang sulit supaya jadi kebiasaan di badan kita. Diet itu enggak instan, karena proses yang instan itu biasanya berhasil "goals" yang instan juga. Misal nih, diet 1 minguu benar-benar hanya konsum buah dan sayur, benar-benar zero carbo dan langsung menurun berat badannya setelah seminggu diet, Tapi di minggu kedua coba makan nasi semangkuk kecil saja, berat badan bisa naik seperti semula sebelum diet. Hasilnya juga instan... Cepat hilangnya. Oleh karena itu, dimata saya diet itu habbit untuk menjadi lebih sehat bukan proses instan untuk menurunkan berat badan sih.
Jujur saya masih memperbolehkan diri saya untuk sesekali makan makanan yang saya suka seperti gorengan dan keripik depan kost itu. Hanya saja porsiannya saja diperkecil, jadi yang saya konsumsi tidak banyak.

I prefer eat a ton of veggies to prevent from crave ‘til i feel full.
Craving makes you want to eat a bulk of anything in front of you, no exception. This isnt help you to lose weight loh. Beneran.. Karena saya sering mengalami hal ini.

Last weekend I went to salad bar named “Se.rasa Salad Bar”, it located near my rent room, so it easy to visit there. Saya merasa tertarik dengan konsep healthy nya mereka, ya judulnya aja salad bar pasti yang dijual itu beragam sayuran dan buah-buahan, ada additional kacang-kacangan dan mereka juga sediakan 8 macam dressing berbasic mustard, mayo dan olive oil.
Waktu kesana saya memilih dressing berbahan dasar mayonaise yang dicampur bawang putih. Untuk sayurnya saya pilih sayuran yang ga dijual di warung... Supaya apa? Supaya ngerasain aja sih. Saya pilih Alfalfa sprout, edamame, baby tomatoes, red lettuce, dan sawi-sawian. Rasanya?.. ya sayuran segar campur garlic mayo.

Saya enggak bilang itu enak, tapi saya juga enggak ngecap itu makanan enggak enak. Kalau dibandingkan dengan ayam pop/ ayam bakar di tukang nasi padang ya jelas lebih enak makanan di tukang nasi padang. Tapi kalau memilih menjadi tetap bugar atau kolesterol menumpuk, saya lebih prefer saladnya.

Kadang kita takut makanan sehat itu enggak enak karena tanpa garam gula jadi kurang gurih, tanpa santan dan penyedap lainnya jadi kurang umami. Tapi potensi menjadi gemuk atau kolesterol meningkat itu lebih banyak datang ke tubuh kalau kita tidak membiasakan diri merubah diet/ pola hidup ke arah yang lebih sehat. Mungkin sesekali makan ayam pop/ ayam bakar ditukang nasi padang diperbolehkan, tapi tidak setiap hari. Sekali lagi, kita tinggal pilih mau hidup sehat atau hidup penuh bahaya.. J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar