Sabtu, 26 November 2016

SUMBER ANTIOKSIDAN

source: pinterest
Pada postSi Jomblo Radikal Bebas” saya membahas sedikit tentang antioksidan. Si penangkal Radikal Bebas. Satu-satunya yang paham bagaimana cara menjinakkan si jomblo satu itu tanpa merusak jatidiri antioksidan. Rasanya seperti benar berbicara tentang dua manusia yang bernama Radikal Bebas dan Antioksidan. Padahal mereka hanya senyawa.

Kali ini saya ingin membagikan sedikit yang saya tahu mengenai antioksidan. Antioksidan itu biasa disebut juga dengan aox, sumbernya bisa dari banyak bahan. Bahan-bahan yang menjadi sumber antioksidan itu biasanya tinggi akan kandungan vitamin A, C dan E, flavonoid atau karotenoidnya.

Vitamin A dan karotenoid

Biasanya vitamin A itu bagus untuk mata dan biasanya ada disatu sumber dengan karotenoid. Contoh sumber vitamin A dan karotenoid ini seperti wortel, ubi kuning,  dan labu kuning. Karotenoid juga punya pigmen warna oranye, jadi bahan pangan alami yang berwarna oranye biasanya mengindikasikan bahwa bahan tersebut tinggi akan karotenoid dan vitamin A.

Vitamin E

Vitamin E ini mengandung tokoferol yang berfungsi sebagai antioksidan. Kalau dilihat dari gugus kimianya, vitamin E banyak terkandung dalam bentuk minyak. Iya kok ada kalanya minyak/lemak juga baik dan memang dibutuhkan tubuh. Bagus untuk kekenyalan kulit. Tapi minyak/lemak yang seperti apa? Biasanya lemak nabati itu lebih baik. Kandungan vitamin E biasanya banyak terdapat pada biji-bijian dan kacang-kacangan atau di alpukat. Contoh biji-bijian yang mengandung vitamin E itu adalah biji bunga matahari atau biasa kita jumpai dengan sebutan koaci, atau kuaci? ya itu yang Hamtaro suka dan biasa suka saya beli saat sedang banyak waktu luang. Selain biji bunga matahati, vitamin E juga bisa didapatkan dari kacang tanah dan kacang almond, dari ikan laut dan udang dan buah zaitun.

Vitamin C

Bahan pangan yang mengandung vitamin C tinggi ini biasanya memiliki asiditi yang tinggi atau rasanya masam. Contohnya jeruk, lemon, apel, jambu batu, nanas dan stroberi dan masih banyak lagi. Bisa jadi buah kesemek juga mengandung vitamin C yang tinggi. Mereka memiliki vitamin C yang banyak dimana semakin asam rasanya makan semakin banyak kandungan vitamin C nya. Namun, vitamin C ini sifatnya sangat tidak stabil alias mudah rusak. Disimpan ditempat panas sedikit atau dikupas dan dibiarkan terbuka sedikit, kandungan vitamin C di bahan tersebut bisa berkurang. Jadi sebaiknya bahan pangan yang mengandung vitamin C disimpan ditempat sejuk atau dingin. Atau setelah apelmu dikupas dan tidak habis sekaligus sebaiknya apel tersebut dibungkus kembali dengan rapat menggunakan plastik cling wrap agar tidak mencokelat.

Flavonoid.

Flavonoid itu seperti karotenoid, senyawa yang memiliki pigmen atau warna. Kalau flavonoid ini memiliki warna merah-ungu-biru. Flavonoid warnanya bisa berubah diantara ketiga warna itu berdasarkan tingkat keasaman bahannya. Untuk pH basa biasanya berwarna biru, sedangkan ungu ke merah itu cenderung memiliki pH lebih rendah atau lebih asam. Contoh bahan pangan yang memiliki flavonoid dimuka bumi ini yang saya tahu cukup banyak kok. Ada stroberi, bunga telang, ubi ungu, manggis, delima merah, buah naga merah, kol ungu, buah bit, buah arbei, rosella dan masih banyak lagi. Tapi, flavonoid sifatnya hampir sama dengan vitamin C, kurang stabil dan mudah rusak apa lagi jika terkena panas.

Antioksidan itu banyak terdapat di sumber pangan alami kok seperti pada sayuran dan buah-buahan bahkan di daging-daginan seperti pada hewan lain. Dan sebenarnya sumber antioksidan tidak hanya dari vitamin-vitamin yang saya sebutkan diatas. Beberapa masuk ke jenis mineral juga. Kamu tinggal pilih mana makanan sehat yang paling kamu suka dan yang paling mudah didapatkan. Enggak selamanya yang sehat itu enggak enak, kan?

 Xoxo
Ale

1 komentar: