Jumat, 25 November 2016

INVESTASI


Hai, buat disini yang sudah bekerja dan berpenghasilan cukup... Bagaimana sih rasanya mendapatkan gaji pertama? Senang enggak? Dan kalian habiskan untuk apa gajinya? Apakah semuanya benar-benar dihabiskan? Apa kabar dengan menabung?

Kalau jaman dulu waktu saya kecil, orang tua saya rajin membelikan saya celengan dengan beragam bentuk dan bahan celengannya, micky mouse, garfield, kotak kaleng, silinder kaleng, lebih seru lagi kalau diajak bikin celengan sendiri dari botol minuman plastik atau dari toples yang makanannya sudah habis duluan. Wah banyak deh keunikan si celengan yang bikin saya selalu tertarik untuk menabung. Tapi itu dulu, waktu Mama rajin menyodorkan celengan.

Ketika beranjak dewasa, saya akui saya sudah sangat jarang menabung. Alasannya adalah karena semua barang yang ingin saya beli adalah penting. Mindset yang tidak patut untuk dicontoh yaa, hehe.

Saya perlu meluruskan pemikiran saya tentang menabung. Menabung itu tidak bisa dilihat langsung hasilnya seperti kamu membeli barang, begitu dibayar barang yang diinginkan segera ditangan, kan? Berbeda dengan menabung yang sedikit demi sedikit baru membukit, jadi kamu harus tunggu hasil panennya. Mungkin itu yang membuat saya malah malas untuk menabung, malas menunggu.

Satu hari karena tidak rajin menabung, saya pernah kena batunya. Waktu itu saya habiskan uang saya punya untuk membeli tas baru, seminggu kemudian kacamata saya pecah dan uang saya habis untuk tas baru tadi. Padahal kacamata adalah salah satu item yang sangat saya butuhkan apalagi penderita silindris seperti saya. Saya butuh itu untuk membantu saya dalam membaca dan bekerja lewat laptop. Akibatnya untuk membeli kacamata baru, saya meminta dana ke orang tua dengan janji akan dikembalikan setelah saya mendapat penghasilan. Di akhir kejadian tersebut saya baru sadar kalau ternyata yang saya inginkan belum tentu benar yang saya butuhkan.

Saya jadi kefikiran, bagaimana nanti kalau saya sudah pensiun? Tidak lagi bekerja dan tidak bisa mendapatkan penghasilan bulanan. Tidak mungkin kan meminjam uang ke orang lain tanpa tahu darimana mendapatkan uang lagi untuk mengembalikannya. Kakak saya yang berkecimpung didunia finance menyarankan, bahwa sebaiknya saya mulai kembali membiasakan menabung, meski sedikit tapi setidaknya punya simpanan untuk masa depan. Gaya menabung juga tidak hanya menyetorkan uang ke teller di Bank kok. Salah satunya saya bisa menabung lewat investasi.

Jaman sekarang semua sudah banyak dijangkau, telfonan saja sekarang enggak perlu ke wartel. Kalau mau beli barang kebutuhan rumah tangga mulai dari makanan, minuman, perkakas dapur, peralatan mandipun kamu enggak harus ke toserba dipusat kota, kan? Banyak minimarket yang menjamur di penjuru daerah bahkan ditempat-tempat terpencil seperti di desa.

Penjamuran minimarket ini menjadi daya tarik saya untuk menjadi salah satu tempat untuk berinvestasi. Semua orang pasti akan mencari tempat yang dapat menjual semua kebutuhan rumah tangga di tempat yang mudah dijangkau juga. Nah, bicara tentang warung, kamu bisa join di Investasi alfamart. Investasi alfamart memberikan kesempatan untuk berbisnis bersama alfamart yang sudah menyediakan sistem manajemen yang tinggal dijalankan, bahkan sampai ke ide promosinya juga pihak alfamart sudah menyediakan. Jadi buat saya yang pemula di dunia bisnis atau kamu yang baru mau belajar bisnis, bisa jadi pilihan awal. Lagipula semua orang sudah kenal dengan Alfamart, jadi enggak perlu terlalu khawatir akan kalah bersaing di pasar. 

Persyaratannya juga tidak sulit kok, yang penting WNI, jarak antar franchise alfamartnya tidak berdekatan dan mengajukan atas nama badan usaha seperti koperasi misalnya. Wah wah.... Alia hanya perlu mulai kembali menabung di celengan sampai cukup modal dan ajak kerabat untuk join di Investasi alfamart. Apakah kamu tertarik juga?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar