Kamis, 27 Oktober 2016

BLACK COFFEE

            Bandung,
Sore itu Bandung sedang hujan. Beberapa hari sebelumnya juga hujan, hujan sepanjang hari. Mungkin karena akhir tahun, yang katanya sih bulan-bulan dengan akhiran –ber itu pasti terjadi musim hujan. Bandung dingin, apalagi sedang hujan. Bandung makin dingin. Kelihatan tetesan air hujan yang membasahi pintu kaca mobil ini dan kendaraan-kendaraan yang bergantian berlalu lalang. Suasananya semakin sendu, bukan? Lebih pas jika aku nikmati suasana sore ini sambil meneguk minuman hangat. Selain untuk relaksasi dan menghilangkan kepenatan sejenak, KOPI HITAM.
You always can find black coffee in every coffeeshop, baik itu warkop murah biasa atau high-end cafe. Kopi hitam ini adalah basic dari semua jenis kopi yang ditawarkan, hanya jenis biji kopinya saja yang berbeda. Bahkan kalau kamu beli kopi hitam dalam bentuk kemasan, rasanya juga engga jauh berbeda dengan yang dijual di coffee shop. Sebagian orang mungkin engga begitu suka dengan rasanya yang pahit dan sedikit asam, oleh karena itu banyak yang menambahkan krimer, gula, flavor lain pada kopi.
Buatku, kopi hitam itu orisinil, sederhana dan stabil. Dimana-mana ya rasanya seperti itu, engga pernah zonk sama rasa kopi hitam. Engga Cuma buat menemani sore-sore hujan seperti ini, saat aku harus bekerja 24/7 juga kopi hitam menjadi andalan sebagai energizer. Kopi hitam mengandung kafein yang dapat meningkatkan performa saat bekerja. It really works at me.
Kopi hitam juga mengingatkan aku sama Ibu, yang juga penikmat kopi hitam. Kalau lagi jauh dari Ibu, aku selalu mencari kopi hitam biar terasa dekat terus dengan Ibu. Sedikit mellow yah, but it’s memorable. Ketika kamu sedang kangen-kangennya dengan orang tersayang, hal mudah yang bisa dilakukan untuk sedikit menghilangkan rasa kangen tersebut adalah dengan mencicipi makanan atau minuman yang mereka suka. Dulu, Ibu mengajarkan aku cara menikmati kopi dengan menuangkan sedikit kopi tersebut ke pisin (piring kecil) lalu ditiup sebentar kemudian diminum, atau bahasa lainnya diseruput.
DON’T READ THIS PART. Pernah nonton Q&A AADC 2? Kak Nicholas Saputra lebih suka kopi hitam, bayangkan saja kalau kamu minum kopi hitam, akan terasa dekat dengan kak Nicho karena sama-sama pecinta kopi hitam.
Menurut beberapa review mengenai kopi, kopi hitam mengandung antioksidan yang hampir sama dengan teh. Black coffee really helps me to boost my metabolism and keep my body in shape (even i dont have good shape, but it doesn’t make me to gain weight), kopi murni mengandung lebih sedikit kalori dibandingkan kopi rasa-rasa lainnya karena engga banyak tambahan gula didalamnya. Menurut fatsecret.com, kalori kopi hitam sekitar 2 kkal per cangkirnya.
Sebagian orang mungkin agak takut dengan kandungan kafein dan tingkat keasaman yang tinggi yang kurang cocok untuk penderita maag. Tapi sekarang ini sudah banyak produsen kopi yang mengeluarkan produk kopi dekafein, yaitu kopi yang dikurangi kadar kafeinnya. Atau bisa juga ditambahkan gula satu atau dua sendok agak terasa lebih manis dan menetralkan sedikit rasa asam dari kopinya. Sehingga kopi masih dapat dinikmati.
Sesukanya aku dengan kopi hitam, aku lebih suka mengkonsumsi kopi dalam batas wajar, sehari 1 atau 2 cangkir itu cukup. Jika dikonsumsi lebih dari itu, dikhawatirkan dapat meningkatkan tingkat keasaman di lambungku, Lagian semua tahu kan kalau mengkonsumsi segala hal secara berlebih itu tidak baik?.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar