Sabtu, 20 Agustus 2011

PERUBAHAN

Perasaan itu bukan sebuah rumus matematika yang cuma satu. itu, itu, dan tetap akan seperti itu.

Perasaan itu bukan sejarah. yang punya arsip tertulis. Ngga, hati ngga begitu. meski kadang kita sering mencurahkan isi hati, kadang tulisan kita itu gak sejalan sama apa yang ada didalam hati karena saat kita mengetik atau menulis, hati kita itu udah bercampur sama logika.

Perasaan itu seperti menjawab pertanyaan bahasa Indonesia. untuk si A jwbn A adalah yang paling benar. tapi belum tentu jawaban A itu benar dimata si B, C, D, E dst.

Perasaan juga bukan Kewarganegaraan. Yang mempelajari etika, norma, dan pasal-pasal. Ngga, perasaan tuh gak punya aturan. Gak peduli akan jatuh kepada siapa, untuk siapa, dan harus seperti apa. Semua orang berhak untuk begitu, dan setiap orang berhak untuk menolak agar tidak seperti itu. (?-)

Perasaan itu kayak sifat koligatif pada kimia, saling bertumbukkan dan menghasilkan gerak tak beraturan dan random (acak).

Perasaan itu kayak lo ngerjain kesetimbangan benda difisika. Setiap soal yang lo kerjain belum tentu pakai rumus yang sama meski kadang ininya sama untuk mencari titik setimbang pada satu bangunan atau benda yg lain, harus bener-bener difikirin dan harus bisa ngerti banget maksud si soalnya itu. kalau gak ngerti, pasti jawaban lo salah.

Perasaan itu gue deskripsikan seperti berada dalam dunia fantasi *dufan*. Pas lo lagi terbang tinggi, lo berasa naik halilintar, jantungan, seneng, riang tak terkira. Pas lo lagi sedih, lo berasa udah ngantri buat main pontang-panting, eh malah mati lampu. dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar